GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SANTRIWATI DENGAN KEJADIAN MUNCULNYA PENYAKIT HERPES SIMPLEKS DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 MANTINGAN, NGAWI, JAWA TIMUR

Authors

  • Meylisa Meylisa Universitas Darussalam Gontor
  • Amal Fadholah Universitas Darussalam Gontor
  • Nadia Iha Fatihah
  • Anugerah Suciati Universitas Darussalam Gontor

DOI:

https://doi.org/10.21111/jigf.v2i1.33

Keywords:

Herpes simplek, , personal hygiene, pola penyebaran, santriwati Gontor Putri 1

Abstract

Penyakit herpes simpleks merupakan suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan serta bersifat kambuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran antara perilaku personal hygiene dan pola penyebaran dengan terjadi munculnya penyakit herpes simplek pada santriwati di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Darussalam Gontor Putri 1 Di Mantingan, Ngawi Jawa Timur. Rancangan penelitian ini adalah dengan deskriptif observasional menggunakan pendekatan Retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yang terdiagnosa mengalami herpes simplex di BKSM Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1, sebanyak 23 santriwati. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner tertutup, dengan menggunakan uji validasi secara SPSS yaitu uji Analisis Reliability. Hasil penelitian diperoleh rata-rata skor perilaku personal hygiene pada santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1, sebesar 97,61 % dengan katagori baik. Pada hasil disetiap aspek kebersihan, dari kebersihan kulit diperoleh rata-rata 99,51% dengan katagori baik, kebersihan tangan dan kuku diperoleh rata-rata 96,13% dengan katagori baik, untuk kebersihan gigi dan mulut diperoleh 95,65% dengan katagori baik, kebersihan rambut diperoleh rata-rata 99,27% dengan katagori baik, dan kebersihan pakaian diperoleh rata-rata 97,82%, sedangkan pola penyebaran diperoleh rata-rata 97,68% dengan katagori baik. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa santriwati Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri 1 memiliki perilaku personal hygiene yang baik serta pola penyebaran mengenai penyakit yang baik. Namun terjadi herpes simplek, dan penyebaran di lingkungan disebabkan oleh kurangnya kebersihan kulit yang terletak diarea tersembunyi, belum menggunakan sabun antiseptik, merawat dan menjaga kebersihan gigi dan mulut dalam berkumur dengan obat kumur, serta aktivitas yang padat dan kegiatan bersama. Dengan dukungan dari lingkungan sekitar dan sumber penyakitnya tersebut, serta imun tubuh yang kurang baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almubarok, A. Z. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Personal Hygiene dengan Kejadian Skabies Pada Santri Putra Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta. Skripsi.

Aulia, F. I. (2014). Pengaruh Pendidikan Tentang Personal Hygiene Terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa di SDN Rembes 1 Dusun Watugimbal Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang. Karya Tulis Ilmiah.

Esfand, M. (2007). Beaty Guide Merawat Kecantikan Muslimah dari Ujung Rambut sampai Ujung Kaki. Jakarta: Penerbit Qultum Media.

Fatmuji, O. S. (2012). Prevalensi Penderita Herpes Simpleks Di RSUD Tangerang Periode 1 Januari 2010-31 Desember 2011. Skripsi.

Irianto, K. (2014). Ilmu Kesehatan Masyarakt. Bandung: Alfabeta.

Irianto, K. (2015). Memahami berbagai macam penyakit. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Irianto, K. (2018). Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular Panduan Klinis. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Notoatmodjo, S. (2014). Kesehatan Masyarakat Ilmu & Seni. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Prabowo, H., Huda, M., & Trimaya, L. (2016). Air, Kebersihan, Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan menurut Agama Islam. Jakarta: Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional.

Putri, D. N. (2017). Personal Hygiene Dan Kejadian Penyakit Kulit Pada Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa Cokrodirjan Yogyakarta. Skripsi.

Rahmasari, B. (2017). Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan dalam Perspektif Hadis.

Sujarweni, V. (2015). Statustik untuk Kesehatan . Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Sumampouw, O. J. (2017). Pemberantasan Penyakit Menular. Yogyakarta: Penerbit Deepublish (Grup Penerbitan CV Budi Utama).

Suyono, & Budiman. (2012). Ilmu Kesehatan Masyarakat Dalam Konteks Kesehatan Lingkungan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Swarjana, I. K. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Tarwoto, & Wartonah. (2003). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan. Jakarta: Salembe Medika.

Tjay, T. H., & Rahardja, K. (2007). Obat-Obat Penting dan Efek-Efek Sampingnya. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo.

Wijaya, H., Rosyadi, A., Kurniawan, K., Putri, W. C. C., Praditasari, A. L., Pranawati, E., ... & Hanifah, R. (2023). KOMUNIKASI FARMASI: Komuniasi Yang Efektif Dalam Praktik Farmasi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Zakiudin, A., & Shaluhiyah, Z. (2016). Perilaku Kebersihan Diri (Personal Hygiene) Santri di Pondok Pesentren Wilayah Kabupaten Brebes akan Terwujud Jika Didukung dengan Ketersediaan Sarana Prasarana. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 11 / No. 2 / Agustus 2016.

Downloads

Published

2024-01-31

How to Cite

Meylisa, M., Fadholah, A., Fatihah, N. I., & Suciati, A. (2024). GAMBARAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE PADA SANTRIWATI DENGAN KEJADIAN MUNCULNYA PENYAKIT HERPES SIMPLEKS DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1 MANTINGAN, NGAWI, JAWA TIMUR. Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF), 2(1). https://doi.org/10.21111/jigf.v2i1.33