Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.) Dan Madu Multiflora Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus Secara In Vitro
DOI:
https://doi.org/10.21111/jigf.v2i1.32Keywords:
Kunyit, Madu multiflora, Salmonella typhi, Bacillus cereusAbstract
Salmonella typhi adalah salah satu bakteri gram negatif, bakteri patogen penyebab demam tifoid atau tipus (typus). Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif, tumbuh secara aerob, menyebabkan keracunan dengan gejala muntah dan diare. Beberapa bakteri mulai resisten terhadap antibiotik karena terlalu sering digunakan. Sebagai pengobatan alternatif, tanaman yang memiliki sifat antibakteri seperti kunyit memiliki senyawa kurkumin dan minyak atsiri, sedangkan madu memilki senyawa flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya efektivitas kombinasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica Val.) dan madu multiflora serta daya hambat yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus secara In Vitro. Ekstraksi yang dilakukan adalah dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% serta perbandingan kombinasi ekstrak kunyit dan madu multiflora 100%:0 b/v; 75%:25% b/v; 50%:50% b/v; 25%:75% b/v; 0:100% b/v. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi disk (Kirby-Bauer). Hasil penelitian menunjukkan adanya efektivitas kombinasi, dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella typhi (0,00) dan Bacillus cereus (0,01) berbeda nyata signifikan (P<0,05). Salmonella typhi dengan rata-rata aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi kombinasi kunyit dan madu 0:100% yaitu 16,73 mm, sedangkan pada bakteri Bacillus cereus aktivitas antibakteri paling optimal pada konsentrasi kombinasi kunyit dan madu 0 :100% yaitu 1,47 mm.
Downloads
References
Adnina, Fahma Edvira., (2018), Uji Aktivitas Dan Identifikasi Kurkuminoid Pada Rimpang Kunyit Putih (Curcuma zedoria (Christm.) Berg) Sebagai Antikanker Payudara T47D. Skripsi, Jurusan Kimia Fakultas Sains Dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. Malang.
Cita, Yatnita Parama., (2011), Bakteri Salmonella Typhi Dan Demam Tifoid. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 42.
Fatmasari., (2015), Uji Sensitivitas Antibiotik Kloramfenikol, Siprofloksin, Eritromiin Dan Klindamisin Terhadap Bacillus cereus Yang Diisolasi Dari Daging Sapi Di Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Kota Makasar. Skripsi, Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universtas Hasanudin Makasar. 6-7.
Fitriani, A., (2016), Efek Antibakteri Sediaan Tunggal Dan Kombinasi Air Perasan Jeruk Nipis Dan Madu Terhadap Streptococcus mutans . Dentino (Jurnal Kedokteran Gigi), 146-150.
Hudri, F. A. ,(2014), Uji Efektivitas Ekstrak Madu Multiflora Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi, Skripsi, Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Indrawati, I., (2017), Potensi Ekstrak Buah Buni (Antidesma bunis L) Sebagai Antibakteri Dengan Bakteri Uji Salmonella thypimurium Dan Bacillus cereus, Jurnal Biodjati, 138-148.
Jain, S., Shapiro., (2007), Plant Review Tree In Curcuma longa Linn, Universitas Indonesia, 287-289.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia., (1979), Farmakope Indonesia Edisi III, Jakarta.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia., (1995), Farmakope Indonesia Edisi IV, Jakarta.
Kurniati, Weni., (2008), Kajian Aktivitas Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa Linn.) Dalam Proses Persembuhan Luka Pada Mencit (Mus musculus Albinus.)., Skripsi, Departemen Klinik Reproduksi Dan Patologi Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Kusumawati, Nursalinda., (2018), Uji Efektivitas Air Perasan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) Dan Madu Randu Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes, Skripsi, Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Unicersitas Darussalam Gontor, Ngawi.
Lydia, D Venny., (2016), Perbedaan Bakteri Gram Positif dan Gram Negatif , Jakarta : Universitas MuhammadiyahSemarang.
Pangemanan, A., (2016), Uji Daya Hambat Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma longa) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas sp. Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 4, Nomor 1, 81-85.
Pratiwi, S. T., (2008), Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.
Rahayu, H. D.,(2010), Pengaruh Pelarut Yang Digunakan Terhadap Optimasi Ekstraksi Kurkumin Pada Kunyit (Curcuma domestica Val). 6-7.
Rohmah, N. S., (2017), Isolasi Dan Identifikasi Bakteri Yang Berpotensi Sebagai Agen Bioremediasii Timbal (Pb) Dari Lumpur Lapindo. Skripsi, 41-43.
Sari, P. P., (2015), Efektivitas Ekstrak Etanol Kunyit Merah (Curcuma domestica) Sebagai Penghambat Pertumbuhan Bakteri Salmonella typhi dan Bacillus cereus. STIGMA, 9-12.
Sitepu, J. S.,(2010), Pengaruh Variasi Metode Ekstraksi Secara Maserasi Dan Dengan Alat Soxhlet Terhadap Kandungan Kurkuminoid Dan Minyak Atsiri Dalam Ekstrak Etanolik Kunyit (Curcuma domestica Val). Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Sun, D. M., (2019), Uji Aktivitas Antibakteri Larutan Madu Hutan Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Secara In Vitro, Cendana Medical Journal, 66- 73.
Wahyuningtyas, Sasi Eka Putri, dkk., 2017, Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Kandungan Senyawa Kurkumin Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kunyit (Curcuma domestica Val.), Jurnal ITEPA Vol.6.No.2.
Wijaya, H., Syamsul, E. S., Octavia, D. R., Mardiana, L., Sentat, T., Rusnaeni, R., ... & Retno, E. K. (2023). FARMASETIKA: DASAR-DASAR ILMU FARMASI. PT. Sonpedia Publishing Indonesia
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Miftakhul Jannah, Nurul Marfu’ah, Ahyana Fitrian, K Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








